Ambon, 16 Juli 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pattimura kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik melalui penyelenggaraan kuliah umum bertema “Financial Statement Fraud (Kecurangan dalam Laporan Keuangan)”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026, bertempat di Auditorium Lantai 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura, dan menghadirkan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Bapak Prof. DRS.Tarmizi Achmad, MBA.,PHD.,CA.,CPA.,CFE.,CFRA.,QRMP sebagai narasumber utama.
Kuliah umum ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta praktisi yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu akuntansi, audit, dan tata kelola perusahaan. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, mencerminkan besarnya perhatian terhadap pentingnya integritas dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan.
Dalam paparannya, Prof Tarmizi menjelaskan bahwa financial statement fraud merupakan salah satu bentuk kecurangan yang dilakukan secara sengaja melalui manipulasi informasi dalam laporan keuangan dengan tujuan memberikan gambaran kondisi keuangan perusahaan yang tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Praktik ini dapat dilakukan melalui rekayasa pencatatan transaksi, pengakuan pendapatan yang tidak semestinya, manipulasi aset maupun kewajiban, hingga penyembunyian informasi material yang seharusnya diungkapkan kepada para pemangku kepentingan.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kecurangan dalam laporan keuangan tidak hanya menimbulkan kerugian finansial bagi perusahaan dan investor, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap dunia usaha. Oleh karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), sistem pengendalian internal yang efektif, serta budaya etika yang kuat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya praktik kecurangan.
Narasumber juga mengulas berbagai faktor yang mendorong terjadinya financial statement fraud, antara lain tekanan untuk mencapai target kinerja, lemahnya sistem pengawasan, adanya peluang untuk melakukan manipulasi, serta pembenaran atas tindakan yang dilakukan. Berbagai kasus nyata turut disampaikan sebagai pembelajaran mengenai dampak serius yang ditimbulkan apabila integritas dalam pelaporan keuangan diabaikan.
Selain membahas aspek teoritis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknik pendeteksian kecurangan melalui pemanfaatan teknologi informasi, analisis data, serta peran auditor internal dan eksternal dalam mengidentifikasi indikasi manipulasi laporan keuangan sejak dini. Pemahaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi tantangan profesi di bidang akuntansi dan keuangan pada era digital.
Melalui sesi tanya jawab, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi organisasi dalam membangun sistem pelaporan keuangan yang transparan dan akuntabel. Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan penerapan standar akuntansi, etika profesi, hingga strategi pencegahan fraud di sektor publik maupun swasta.
Penyelenggaraan kuliah umum ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui kolaborasi dengan akademisi dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Kehadiran Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro diharapkan dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkaya perspektif mahasiswa mengenai pentingnya integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam praktik akuntansi dan pengelolaan keuangan.
Kegiatan Kuliah Umum dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura Bapak Prof. Dr. Teddy Christianto Leasiwal, S.E., M.Si dalam sambutannya, beliau mengatakan melalui kegiatan ini diharapkan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura dapat terus membangun budaya akademik yang unggul, menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan di dunia profesi, khususnya dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan. paparnya


